Hidup adalah Pilihan October 31, 2008
Posted by Yantie Tingan in Encouragement.Tags: friends, life, warrior
add a comment
Ksatria tidak pernah berjalan sendirian. Dia selalu diiringi oleh para sahabat dan handai taulan. Ketika menghadapi peperangan, dia tidak pernah menghadapinya sendirian. Bersama, mereka hadapi segala tantangan dan melewati segala rintangan. Tetapi terkadang harapan tidak seiring dengan kenyataan. Ada waktunya peperangan itu harus dihadapi sendirian. Segala harapan hilang lenyap dalam bayangan ketika telah berbeda tujuan. Segalanya tidak dilihat lagi dalam satu tujuan melainkan dalam perbedaan. Visi dan misi sudah tak lagi sepadan. Perpisahan pun tak urung jadi pilihan.
Walau hati ingin terus berdampingan tapi pilihan telah membawa pada perubahan. Tak ada lagi waktu untuk bertahan. Sahabat dan handai taulan telah pergi dalam pilihan. Kstaria pun terpaku dalam keheningan. Rasa sedih pun tak terhindarkan.
Lambat laun datanglah pencerahan. Membawa kepada keikhlasan. Kstaria pun melepasnya dalam kerelaan. Membiarkan mereka untuk terus berjalan karena hidup adalah pilihan.
When the Warrior Lost His Battle July 21, 2008
Posted by Yantie Tingan in Encouragement.Tags: reflection, thought, warrior, wisdom
add a comment
Suatu ketika seorang ksatria bersiap memasuki pertarungan. Semua peralatan perang sudah melekat di tubuh dan siap digunakan. Taktik perang pun sudah sangat matang dikumandangkan. Bersiap untuk meraih kemenangan.
Dengan gagah berani sang kstaria melaju masuk ke dalam pertempuran. Mengerahkan semua kekuatan dan kemampuan untuk mengalahkan musuh di dalam peperangan. Pertarungan ini sungguh lama dan melelahkan sehingga menguras seluruh tenaga dan pikiran. Pertempuran yang diharapkan membawa kemenangan ternyata membawa kekalahan. Persenjataan dan taktik ini ternyata dapat dikalahkan. Ternyata musuh kali ini sangat pandai dan padat taktik perang. Kali ini sang ksatria salah melakukan perhitungan.
Akhirnya sang ksatria memilih mundur dari pertarungan sebelum banyak memakan korban berjatuhan. Kekalahan ini membuat ksatria berpikir panjang dan tidak memandang rendah lawan. Tapi kekalahan ini tidak mengaburkan pandangan tapi malah menjernihkan pikiran. Membawa kearah perenungan yang dalam bahwa tidak semua pertempuran harus dimenangkan.
Seorang ksatria sejati tidak akan terpuruk dalam kekalahan. Ksatria sejati akan bangkit dan mengatur kembali taktik peperangan. Belajar dari kesalahan dan tetap memegang teguh janji kemenangan.